Wagub Sarbin Instruksikan Percepatan MoU Administrasi Darurat Bencana untuk Keselamatan Rakyat




RP/II/05.04.2026/PROVMALUT
#Wagub Sarbin Instruksikan Percepatan MoU Administrasi Darurat Bencana untuk Keselamatan Rakyat#

TERNATE – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menekankan pentingnya penguatan tertib administrasi di tengah kondisi darurat bencana guna memastikan kolaborasi antarinstansi berjalan tanpa hambatan regulasi. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Walikota Ternate, Sekot Tidore Kepulauan, dan pimpinan OPD terkait, pada Minggu (05/04), di ruang rapat VIP Bandara Baabullah Ternate.

Dalam arahannya, Wagub menyoroti bahwa fiskal tahun 2026 sedang dalam kondisi yang menantang. Oleh karena itu, penetapan status keadaan darurat melalui "kertas satu lembar" atau surat keputusan tertulis menjadi krusial agar bantuan dari pusat maupun keterlibatan TNI/Polri memiliki payung hukum yang kuat.

Wagub menginstruksikan Sekprov Malut dan Kalan BPBD Malut untuk segera menuntaskan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai instansi vertikal, terutama TNI (AD, AL, AU), Polri dan Basarnas.

"Dalam kondisi darurat, kita butuh eksekusi langsung. Jangan sampai nyawa sudah tidak ada, kita masih sibuk mencari mitra atau urusan administrasi yang panjang. Atas nama keselamatan rakyat, ego institusi dan kewenangan harus dikesampingkan," tegas Wagub.

Dirinya menargetkan seluruh dokumen kerja sama tersebut dapat dituntaskan dalam waktu dekat ini, agar pergerakan personel dan alat angkut, seperti kapal atau helikopter, dapat dimobilisasi seketika saat dibutuhkan tanpa menunggu persetujuan berjenjang yang memakan waktu cukup lama.

Terkait teknis penanganan di lapangan, Wagub meminta pembagian tugas yang jelas antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota:

Pemerintah Provinsi menurutnya, fokus pada bantuan di wilayah Batang Dua dan pergeseran logistik,  Sementara pemerintah Kota Ternate diminta fokus menangani pengungsi dan dampak bencana di wilayah terdekat, misalnya Pulau Hiri, dan Moti begitu juga dengan Kabupaten/Kota lainnya.

Menutup arahannya, Wagub juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak keamanan atas terjaganya kondusivitas wilayah Maluku Utara di tengah momentum keagamaan yang bersamaan.

"Meskipun perayaan Idul Fitri 1447 H berdekatan dengan peringatan Jumat Agung, Paskah, dan Hari Raya Nyepi, namun kami masih merasa bersyukur karena toleransi tetap terjaga dengan baik, khususnya di Kota Ternate," tutupnya. (Humas/ADPIM).

Dokumentasi kegiatan klik di sini.