Wagub Optimis, Pemprov Targetkan Pemerataan Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Tertinggi Nasional dan Tantangan Fiskal 2026




RP/II/12.12.2025/PROVMALUT

#Wagub Optimis, Pemprov Targetkan Pemerataan Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Tertinggi Nasional dan Tantangan Fiskal 2026#


WEDA HALTENG - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) berkomitmen untuk mendorong pemerataan hasil pembangunan ekonomi, meskipun saat ini Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, yaitu sebesar 38%, berkat program hilirisasi tambang. Hal itu disampaikan, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dalam sambutan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Gereja Ekklesia GPdI Desa Lelilef Sawai, Kamis (11/12) malam.

Dijelaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi sangat tinggi, dampak positifnya belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov berfokus pada program yang berorientasi langsung kepada rakyat, yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 6.8% menjadi 5,18% dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Wagub mengatakan, menghadapi tahun fiskal 2026, Pemprov Maluku Utara akan menghadapi tantangan signifikan berupa pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat, yang diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar.

Meskipun demikian, Pemprov Malut menegaskan komitmennya untuk terus berjuang memastikan program-program strategis dari pusat tetap terealisasi di Maluku Utara. 

"Kami akan terus berjuang dengan segala upaya, dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar program besar yang telah direncanakan tetap berjalan," ungkapnya.

Wagub juga mengungkapkan, dalam rangka meringankan beban masyarakat menjelang Natal dan akhir tahun, Pemprov telah meluncurkan berbagai program bantuan, antara lain:

Mudik Bersubsidi bagi umat Kristiani yang akan merayakan Natal khusus dalam wilayah Malut, serta penyelwnggaraan Pasar Murah di 72 titik. Selain itu ada juga pembangunan 720 unit Rumah Layak Huni, yang merupakan hasil dari rasionalisasi anggaran dan penyaluran banntuan alat tangkap nelayan kepada kelompok nelayan.

Disela-sela perayaan Natal itu, Wagub juga memberikan bantuan UMKM berupa kompor Hock dan kukusan (kalakat) kepada 15 orang penerima

Salah satu penerima bantuan, Joyce Sareda, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada mereka. Bantuan tersebut merupakan kebanggaan bagi kami, dan menyatakan bahwa akan melakukan dan mengembangkan usaha yang akan menambah penghasilan ekonomi bagi keluarganya. (Humas/ADPIM)

Dokumentasi kegiatan klik di sini.