Website ini dimaksudkan sebagai sarana publikasi untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai tugas, fungsi, serta kebijakan Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara kepada masyarakat.
Melalui keberadaan website ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui seluruh informasi terkait program, kebijakan, serta kegiatan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam bidang administrasi pimpinan. Kami berharap website ini dapat menjadi salah satu media komunikasi yang efektif, serta mampu memberikan informasi dan layanan yang akurat, transparan, dan akuntabel untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Maluku Utara.
Sebagai wujud tanggung jawab kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, website ini terus dikembangkan. Kritik dan saran terhadap kekurangan serta kesalahan yang ada sangat kami harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang.
Semoga Website ini memberikan manfaat bagi kita semua.
Terima kasih..!
Pencarian
Sherly Tjoanda yang Menginspirasi: Pemimpin Inklusif dan Transformasi Pendidikan di Maluku Utara
RP/III/09.06.2026/PROVMALUT #Sherly Tjoanda yang Menginspirasi: Pemimpin Inklusif dan Transformasi Pendidikan di Maluku Utara#
TOBELO – Siang itu di bawah terik matahari Bumi Hibualamo, lalu lalang civitas akademika terlihat sibuk melakukan persiapan untuk menyambut orang nomor satu di jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pada Selasa (9/6/2026) melaksanakan kunjungan kerja sekaligus bersilaturahmi ke kampus Universitas Hein Namotemo (Unhena).
Bertemu dengan ratusan mahasiswa Unhena, Gubernur Sherly memanfaatkan momentum tersebut dengan memberikan kuliah umum yang kaya akan wawasan inspiratif (inspiring insight). Ia banyak memaparkan perihal transformasi pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta esensi kepemimpinan inklusif.
Menurut Sherly, dunia pendidikan saat ini berubah dengan sangat cepat. Oleh karena itu, penguatan nilai diri (value) menjadi poin krusial yang ia tekankan di hadapan para mahasiswa.
"Kalian harus memiliki nilai diri yang kuat yang bisa ditawarkan kepada dunia industri. Tidak cukup hanya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang bagus atau nilai rapor yang tinggi, namun yang jauh lebih penting dari itu semua adalah konsistensi dari nilai dan integritas diri kalian," ungkap Sherly dengan nada optimistis.
Gubernur meminta seluruh civitas akademika Unhena untuk terus melakukan peningkatan keterampilan (upgrading skill) melalui perubahan paradigma dalam proses belajar-mengajar. Perkembangan AI, lanjut Gubernur, telah membawa disrupsi dan perubahan paradigma yang signifikan dalam cara mahasiswa dan dosen berinteraksi di lingkungan kampus.
"Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu teknologi, melainkan mitra strategis dalam proses pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efisien. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, adopsi AI menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era industri modern," paparnya secara gamblang.
Lantas ia menjelaskan bahwa dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya membutuhkan pekerja yang mahir secara keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat dan etos kerja yang baik (soft skills).
Pembangunan karakter (character building), kata Gubernur, menjadi elemen kunci dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya produktif secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah ke depan.
"Kemampuan berpikir kritis (critical thinking), keterampilan berkomunikasi (communication skill), kerja sama tim (teamwork), kreativitas (creativity), dan integritas karakter adalah pilar utama dalam menghadapi sengitnya persaingan global," terangnya.
Kuliah umum berlangsung dinamis saat Gubernur memberikan kesempatan kepada sejumlah mahasiswa untuk berdialog langsung. Ratusan mahasiswa dengan antusias mengajukan pertanyaan kritis seputar tantangan kepemimpinan masa depan dan pemanfaatan AI dalam riset daerah.
Sebagai pernyataan penutup (closing statement), Gubernur menegaskan esensi dari kepemimpinan dan pendidikan moderen. "Pemimpin yang inklusif adalah pemimpin yang memastikan dirinya mendengar suara terkecil dari rakyatnya, sedangkan transformasi pendidikan adalah tentang bagaimana kita mengubah paradigma berpikir agar terus relevan dengan perkembangan zaman," tegasnya.
Di akhir acara, Gubernur Sherly Tjoanda memberikan kejutan berupa bantuan dana stimulan dari Pemprov Malut untuk pembangunan gedung auditorium baru Universitas Hein Namotemo.
Bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, sektor pendidikan memang menjadi salah satu program prioritas utama dalam dokumen perencanaan lima tahun masa kepemimpinannya di Maluku Utara. Misi mulia tersebut telah melahirkan beberapa program pro-rakyat, seperti implementasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk jenjang SMA/SMK/SLB negeri, program beasiswa S-1 dan S-2 bagi putra-putri berprestasi daerah, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama 27 perguruan tinggi se-Maluku Utara.
Melalui komitmen nyata ini, Gubernur Sherly ingin sumber daya manusia Maluku Utara memiliki daya saing kokoh yang sejajar dengan daerah maju lainnya. Ia percaya visi Maluku Utara Bangkit akan tercapai secara berkeadilan melalui transformasi mendasar di bidang pendidikan. (Humas/Adpim)