Pimpinan Rapat Evaluasi, Wagub Sarbin Minta Dinas Parawisata Jadi Trigger Model
RP/IV/19.01.2026/PROVMALUT
#Pimpinan Rapat Evaluasi, Wagub Sarbin Minta Dinas Parawisata Jadi Trigger Model.#
SOFIFI - Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan masa depan provinsi ini. Hal tersebut disampaikan Wagub dalam Rapat Evaluasi Program dan Kegiatan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara tahun 2025, yang berlangsung di ruang rapat dinas tersebut, Senin (19/1/26).
Rapat evaluasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas, para Kepala Bidang, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara.
Dalam arahannya, Wagub mengapresiasi kinerja dinas yang berhasil mencapai realisasi anggaran 100% untuk tahun 2025, dengan total pagu anggaran lebih dari Rp 20 miliar. "Pariwisata adalah masa depan Maluku Utara. Saya minta pola pikir para ASN di dinas ini harus berubah, sehingga kita bisa menemukan solusi inovatif guna meningkatkan peran sebagai trigger model pariwisata di daerah kita," tegas Wagub.
Meskipun realisasi anggaran mencapai target, terdapat beberapa kegiatan besar yang tidak terlaksana, seperti Festival Tanjung Waka. Sementara itu, Iven Jojoronga di Halmahera Utara dialihkan pelaksanaannya ke lokasi lain di Halut.
Beberapa kegiatan yang berhasil dilaksanakan dengan realisasi 100% meliputi:
- Program pemasaran yang menyerap 99% pendanaan dinas.
- Event Bintang Timur, Kasidah, Malut Menari, dan Lomba Pencarian Bakat Musik.
- Pengadaan alat selam.
- Bantuan kepada pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), yang diserahkan langsung oleh Ibu Gubernur di Halmahera Barat.
Wagub juga menyoroti pentingnya data yang akurat dan tindak lanjut (outcome) dari setiap bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha. Ia meminta data konkret mengenai manfaat yang dirasakan penerima bantuan. Rencananya, Wagub sendiri akan melakukan uji sampel terhadap penerima bantuan Ekraf tersebut.
Dari sisi pengembangan destinasi, Kepala Bidang Destinasi melaporkan adanya delapan kegiatan besar, termasuk kerja sama dengan POSSI dan program capacity building di destinasi baru Alfred Wales. Program peningkatan SDM pariwisata juga dilakukan melalui pelatihan kuliner dan hospitalitas bekerja sama dengan Universitas Khairun (Unhair), yang melibatkan masyarakat lokal di Dodinga dan Pulau Hiri.
Ke depan, Dinas Pariwisata berencana melanjutkan promosi budaya di TMII dan festival gastronomi di tahun 2026, serta menguatkan program sertifikasi selam di lokasi penyelaman Wawama.
Wagub menekankan pentingnya peran aktif pegawai dinas untuk turun langsung ke lapangan memasarkan potensi wisata Maluku Utara, yang kaya akan budaya, sejarah, dan keanekaragaman hayati seperti lumba-lumba, hiu, kepiting kenari, dan rusa.
"Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi momentum bagi Dinas Pariwisata untuk memperbaiki manajemen data kunjungan hotel, destinasi, resto, kafe, dan agen travel, guna perencanaan program yang lebih matang di masa mendatang,"pungkasnya. (Adpim/Malut)
Dokumentasi kegiatan klik di sini.