Mewakili Gubernur, Asisten I Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri 2025




RP/II/24.12.2025/PROVMALUT

#Mewakili Gubernur, Asisten I Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri 2025.#


TIDORE - Mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kadri La Etje, menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di SPN Gurabati, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (24/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kadri La Etje menyampaikan ucapan selamat dari Gubernur Maluku Utara kepada para siswa yang telah resmi dilantik menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda). Ia berharap bekal ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat diimplementasikan dengan baik di tempat tugas masing-masing.

"Para Bintara Polri harus tetap siap ditempatkan di mana saja. Teruslah kembangkan pengetahuan dan keterampilan dengan memperbanyak referensi dan literasi. Jangan pernah berhenti untuk belajar dan berlatih," pesan Kadri saat menyampaikan amanat Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Anggono, M.Si, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan tertulis Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Upacara ini menandai berakhirnya program pendidikan selama lima bulan di Sepolwan Lemdiklat Polri dan seluruh SPN Polda di Indonesia.

Secara nasional, Polri berhasil menambah personel golongan pangkat Bintara sebanyak 6.369 orang (4.703 polisi laki-laki dan 660 polisi wanita) serta golongan pangkat Tamtama sebanyak 1.006 orang.

Dalam amanat Kepala Lemdiklat Polri, ditekankan bahwa profesi polisi adalah sebuah panggilan hidup. Personel Polri dituntut menjadi penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan yang profesional, cerdas, bermoral, serta modern.

"Polisi tidak boleh melakukan hal-hal kontraproduktif seperti pemerasan, suap, atau menjadi pelindung (backing) kegiatan ilegal. Sebaliknya, polisi harus mengangkat harkat dan martabat manusia melalui pelayanan publik yang akuntabel," tegas Kapolda mengutip sambutan Kalemdiklat.

Terdapat empat poin utama yang ditekankan kepada para lulusan baru yakni, 

  1. Memegang teguh moralitas, kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
  2. Mampu mengendalikan diri serta menjadi role model dan solusi bagi masyarakat.
  3. Menumbuhkembangkan inovasi dan kreativitas bagi kemanusiaan, keteraturan sosial dan pembangunan peradaban.
  4. Menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Menutup sambutan tersebut, Kapolda berharap para lulusan baru dapat menjadi ikon kebhinekaan, toleransi, serta garda terdepan dalam gerakan anti korupsi dan anti narkoba. 

"Keberhasilan ini diharapkan menjadi anugerah yang patut disyukuri oleh keluarga besar para personel baru yang akan segera bertugas di tingkat pusat maupun kewilayahan," tutupnya. (Adpim/Malut)

Dokumentasi kegiatan klik di sini.