Menatap Laut Maluku Utara, Gubernur Sherly: "Setiap Subuh Ada Doa dan Harapan Nelayan yang Harus Kita Perjuangkan"




RP/III/10.06.2026/PROVMALUT
#Menatap Laut Maluku Utara, Gubernur Sherly: "Setiap Subuh Ada Doa dan Harapan Nelayan yang Harus Kita Perjuangkan"#

TERNATE – Suasana penuh khidmat dan semangat membara menyelimuti ballroom Bella Hotel Ternate pada Rabu (10/6/2026). Di hadapan ratusan pengurus dan kader Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD HNSI Provinsi Maluku Utara resmi dibuka dengan mengusung misi besar "Nelayan Maluku Utara Bangkit Maju, Berdaya Saing, dan Berdaulat".

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP HNSI, Lydia Assegaf; Wakil Ketua Umum DPP HNSI, Agus Suherman; Plt. Ketua DPD HNSI Malut, Hamka Kerepesina; serta jajaran Forkopimda, kalangan akademisi, dan perwakilan DPC HNSI dari 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi, Drs. H. Samsuddin A. Kadir, M.Si., menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati para pelaku usaha perikanan di bumi Maluku Utara. Bagi Pemerintah Provinsi, laut Maluku Utara bukanlah sekadar bentangan air, melainkan sebuah ruang hidup dan masa depan daerah.

"Setiap kali saya menatap laut Maluku Utara, saya tidak hanya melihat hamparan air biru nan luas. Saya melihat kehidupan, melihat mimpi, ketangguhan, dan doa dari Bapak-Bapak sekalian yang setiap subuh membelah ombak demi membawa pulang harapan untuk keluarga," ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur menegaskan pentingnya reposisi cara pandang pemerintah terhadap wilayah laut. Laut tidak boleh lagi diposisikan sebagai halaman belakang yang terabaikan, melainkan harus menjadi beranda utama dari seluruh proses pembangunan daerah.

"Laut kita bukanlah sekadar halaman belakang, melainkan halaman depan rumah kita, urat nadi kehidupan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Nelayan kita harus menjadi tuan di lautnya sendiri!" tegas Gubernur, yang langsung disambut tepuk tangan gemuruh dari para peserta Musda.

Menjawab tantangan nyata yang dihadapi nelayan saat ini—mulai dari dampak perubahan iklim, fluktuasi hasil tangkapan, hingga tuntutan modernisasi teknologi—Pemprov Maluku Utara berkomitmen penuh untuk mengawal agar para nelayan tidak berjalan sendirian. Saat ini, pemerintah daerah tengah mempercepat implementasi konsep ekonomi biru (blue economy) yang berkeadilan.

Langkah konkret yang sedang didorong meliputi penataan ruang laut yang terintegrasi, perlindungan ekosistem pulau-pulau kecil, serta optimalisasi sistem perizinan yang berpihak penuh pada nelayan lokal. Melalui regulasi yang pro-nelayan, kekayaan laut Maluku Utara seperti komoditas tuna, cakalang, dan tongkol dipastikan harus membawa kesejahteraan nyata yang dinikmati oleh anak cucu daerah sendiri.

Sekjen DPP HNSI, Lydia Assegaf, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan luar biasa dari Pemprov Malut. Lydia mengingatkan bahwa HNSI, yang telah berdiri selama lebih dari setengah abad sejak 1973, merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal program-program pusat, termasuk visi Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan Koperasi Nelayan dan Program Kampung Nelayan Merah Putih.

"Kami menitipkan kepada DPD dan DPC HNSI di seluruh Maluku Utara untuk mengawal dan membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah. Kita harus memastikan program Kampung Nelayan Merah Putih berjalan maksimal demi kemajuan ekonomi masyarakat pesisir," kata Lydia.

Di sisi lain, Plt. Ketua DPD HNSI Malut, Hamka Kerepesina, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terjalin selama periode kepengurusan 2020–2025. Dirinya mengakui, meski banyak program peningkatan kapasitas yang telah berjalan—seperti kerja sama pendidikan dengan Akademi Maritim di Sulawesi Selatan—masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dituntaskan oleh kepengurusan berikutnya.

"Kami melihat sistem pengawasan di wilayah Tanjung Halmahera Utara masih perlu diperkuat. Begitu pula dengan tata kelola rantai nilai pasar yang sering merugikan nelayan kecil, serta simplifikasi masalah perizinan. Musda IV ini adalah momentum transisi yang tepat untuk melahirkan figur pemimpin baru yang inovatif dan mampu bersinergi kuat dengan pemerintah," ungkap Hamka.

Untuk diketahui, Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, dijadwalkan tiba esok hari, Kamis (11/6/2026), untuk menghadiri langsung puncak peringatan HUT ke-53 HNSI sekaligus melantik jajaran pengurus definitif yang baru.

Musda IV HNSI Malut tahun 2026 ini bukan sekadar forum seremonial pemilihan ketua. Agenda ini merupakan manifesto bersama antara pemerintah, organisasi nelayan, dan masyarakat pesisir. Menggenggam erat semboyan yang membakar semangat di akhir acara, "Nelayan Sejahtera, Negara Kuat", kapal besar HNSI Maluku Utara kini siap berlayar lebih jauh guna membawa kesejahteraan hakiki bagi para pahlawan protein bangsa. (Humas/ADPIM)

Dokumentasi kegiatan klik di sini.