Menag Nasaruddin Umar Puji Galatama II Malut, Beri Sinyal Angkat Jadi Gerakan Nasional
RP/I.C/06.07.2026/PROVMALUT
#Menag Nasaruddin Umar Puji Galatama II Malut, Beri Sinyal Angkat Jadi Gerakan Nasional#
TERNATE – Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terciptanya gagasan dan inovasi Festival Gerakan Literasi Madrasah (Galatama) ke-II tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah di Lapangan Ngara Lamo, Ternate, pada Senin (6/7), sukses mencuri perhatian Menag hingga memunculkan rencana untuk membawa gerakan lokal ini ke tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama sangat menghargai terobosan kreatif yang lahir dari daerah. Galatama dinilai sebagai langkah konkret yang luar biasa dalam memajukan dunia pendidikan Islam.
"Kami merencanakan gagasan yang lahir di Maluku Utara ini menjadi sebuah gerakan nasional. Terima kasih kepada segenap masyarakat Maluku Utara yang selalu berani berpikir lain dan mencari hal-hal istimewa untuk daerahnya," ungkap Menag dengan bangga.
Ia juga memaparkan lompatan prestasi luar biasa yang diraih oleh madrasah di tingkat nasional dan internasional dalam 20 tahun terakhir. Menurutnya, madrasah memiliki keunggulan epistemologi yang unik karena mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kebersihan jiwa.
Saat dikonfirmasi seusai acara mengenai rencana membawa Galatama ke kancah nasional, Menag menyatakan akan melihat lebih jauh peluang besar tersebut. Ia menyamakan potensi Galatama dengan sejarah lahirnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang awalnya merupakan tradisi lokal sebelum akhirnya diangkat menjadi agenda nasional.
"Ya, kita akan lihat kemungkinannya, ya. Segala sesuatu yang positif di daerah bisa diangkat menjadi tradisi nasional. Dulu kan ingat MTQ? MTQ itu kan buatan Makassar, sekarang menjadi tingkat nasional, kan? Mudah-mudahan nantilah," ujar Menag optimistis.
Meski masih dalam tahap pengkajian, Menag menegaskan komitmennya untuk mendukung inovasi daerah. "Ini belum janji, tetapi segala sesuatu yang positif itu bisa kita angkat menjadi sebuah tradisi nasional, begitu," tambahnya.
Selain memuji inovasi pendidikan madrasah, Menteri Agama juga memuji stabilitas, harmoni, dan tingginya angka toleransi yang tercipta di Maluku Utara. Menurutnya, daerah ini sukses menjadi contoh nyata kedewasaan politik dan kerukunan beragama di Indonesia.
Masyarakat Maluku Utara yang mayoritas muslim menunjukkan kesadaran politik yang matang, sementara Gubernur Maluku Utara yang nonmuslim juga dinilai mampu mengayomi dan merangkul semua agama dengan sangat akrab tanpa membedakan.
"Tahun 2025 dan 2026 ini, kita berada pada poin puncak kerukunan. Semenjak Indonesia merdeka, angka statistik menunjukkan belum pernah terjadi kerukunan seperti yang kita capai saat ini di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo. Tidak ada artinya kekayaan alam apa pun kalau kita tidak rukun dan aman. Jadi, pokoknya Maluku Utara ini bisa menjadi contoh untuk sebuah kota toleransi yang baik," pungkas Menag. (Humas/ADPIM)
Dokumentasi kegiatan klik di sini.