Gubernur yang Memberi Harapan, Sherly: Jangan Menyerah, Ada Harapan di Balik Impian




RP/II/09.06.2026/PROVMALUT
#Gubernur yang Memberi Harapan, Sherly: Jangan Menyerah, Ada Harapan di Balik Impian#

TOBELO – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi menutup gelaran Malut Job Fair 2026 yang berlangsung di Ballroom Marahai Park Hotel, Tobelo, Selasa (9/6/2026). Dengan senyum hangatnya, kedatangan orang nomor satu di Pemprov Malut ini disambut riuh gembira oleh ratusan pencari kerja yang memadati lokasi acara.

Memulai arahannya, Gubernur memberikan suntikan semangat batin kepada para pencari kerja yang tengah berjuang meniti karier di dunia profesional.

"Percayalah, kalian tidak berjuang sendiri. Ada jutaan pencari kerja di luar sana yang merasakan hal yang sama, namun mereka terus konsisten berjuang menghadirkan karya terbaik," ujar Sherly dengan nada suara optimis.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Malut yang telah sukses menggelar bursa kerja inklusif ini. Menurutnya, keterlibatan puluhan perusahaan penanam modal sangat membantu masyarakat, khususnya bagi para lulusan baru (fresh graduate).

"Saya yakin, melalui ajang Malut Job Fair ini, dampak yang dihasilkan akan sangat positif bagi kemajuan roda industri di daerah. Kegiatan ini hadir memberikan solusi konkret bagi pemenuhan hak atas pekerjaan bagi warga kita," katanya.

Sherly menambahkan, pelaksanaan bursa kerja tahun ini menunjukkan performa yang jauh lebih baik dan terintegrasi dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan di tengah situasi tantangan fiskal secara nasional.

"Di tengah himpitan kondisi fiskal nasional, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terbukti masih mampu mempersembahkan pertumbuhan kesempatan kerja yang semakin sehat dan inklusif bagi masyarakat," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Malut juga menerima bantuan satu unit truk jungkit (dump truck) 10 roda dari PT Tempo Press International Delivery yang nantinya akan dialokasikan untuk menunjang kegiatan pelatihan pengoperasian alat berat bagi tenaga kerja lokal. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan jaminan sosial berupa kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah pekerja, di antaranya Fahrul Siu, Jakson Tuison, Muhammad Febriansyah, Meity Sumbala, dan Gerti Nagaraviar.

Gubernur turut menyerahkan bantuan stimulan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) berupa:

  1. Bantuan armada Viar roda 3 untuk TKM Desa Togoliua, Kecamatan Tobelo Barat.
  2. Bantuan armada Viar roda 3 untuk TKM Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.
  3. Bantuan paket alat pertukangan kepada TKM Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo.
  4. Bantuan alat usaha katering kepada TKM Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo.
  5. Bantuan peralatan pembuat roti dan kue kepada TKM Desa Gura, Kecamatan Tobelo.

Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut menyerahkan bantuan 20 unit mesin kapal kepada sepuluh kelompok usaha nelayan lokal, yakni: Sinar Harapan, Sharoon, Alberki, Salendang Squad, Dermaga Dua, Hiara Basudara, Sinagoge, Lautan Biru, Dermaga Pitu, dan Henengamoi.

Bantuan mesin kapal tersebut disambut gembira oleh para nelayan. Fein Widadari, salah satu anggota Kelompok Usaha Henengamoi, mengaku bantuan ini sangat menunjang produktivitas tangkapan serta aspek keselamatan mereka saat melaut.

"Senang sekali bisa mendapatkan perhatian langsung dari Ibu Gubernur. Mesin kapal ini bisa kami gunakan bergiliran karena beberapa unit mesin milik anggota kami sudah rusak," kata Fein penuh suka cita.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh Maris (47), pelaku usaha mikro penerima bantuan alat pembuat kue asal Desa Gosoma. Sehari-hari, Maris memproduksi kue secara tradisional dan menitipkannya ke warung-warung setempat. "Saat pesanan meningkat, alat-alat modern dari Pemprov ini akan sangat membantu efisiensi kerja saya," tuturnya haru.

Menutup arahannya, Gubernur kembali membakar semangat juang para pencari kerja agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi proses seleksi kerja.

"Jangan pernah menyerah. Ada harapan besar di balik setiap lembar curriculum vitae (CV) yang kalian kirimkan. Untuk itu, Pemprov Malut berkomitmen akan terus bergerak menjembatani antara harapan tenaga kerja dengan impian dunia industri," tutup Gubernur dengan khidmat.

Sebagai informasi, gelaran Malut Job Fair 2026 kali ini berhasil menjaring sebanyak 1.727 pelamar kerja, dengan rincian 500 pelamar mendaftar secara luring (offline) dan 1.227 pelamar memanfaatkan sistem daring (online). Di bawah komando Gubernur Sherly Tjoanda, Pemprov Malut berkomitmen terus menekan angka kemiskinan, pengangguran terbuka, dan ketimpangan (Gini Ratio) melalui akselerasi infrastruktur serta perbaikan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB). (Humas/Adpim)

Dokumentasi kegiatan klik di sini.