Gaungkan Semangat HANI 2026, Pemprov Maluku Utara Siap Perkuat 3 Strategi Berantas Narkoba




RP/II.2/22.07.2026/PROVMALUT
#Gaungkan Semangat HANI 2026, Pemprov Maluku Utara Siap Perkuat 3 Strategi Berantas Narkoba#

TERNATE — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) resmi menginisiasi program Aksi Nasional Antinarkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar). Program ini menjadi langkah preventif strategis dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi melindungi generasi muda penerus bangsa dari bahaya laten narkoba.

Peluncuran program ini secara langsung dilakukan oleh Menkopolkam, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang berpusat di Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto, memberikan apresiasi sekaligus suntikan semangat kepada seluruh jajaran BNN. Djamari menekankan perlunya perubahan indikator keberhasilan dalam pemberantasan narkoba.

"Ukuran keberhasilan kita itu bukan menangkap besar-besaran. Ukurannya adalah apabila pencegahan kita berhasil, tidak ada lagi barang yang masuk, dan rakyat sendiri yang menolak," tegas Djamari.

Djamari Chaniago mengingatkan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rawan menjadi target pasar internasional karena memiliki banyak pintu masuk ilegal, baik melalui jalur laut maupun udara dari berbagai arah mata angin. Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk peduli dan bergerak bersama. Ia juga berpesan kepada anggota BNN bahwa tugas P4GN adalah tugas dunia dan akhirat karena menyangkut masa depan serta penyelamatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Semangat peringatan HANI 2026 ini juga diikuti secara virtual oleh jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Dari Maluku Utara, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Dr. Fachrudin Tukuboya, hadir mewakili Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Menyadari wilayah Maluku Utara yang didominasi kepulauan dan garis pantai panjang sangat rawan menjadi jalur penyelundupan, Fachrudin mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menegaskan komitmen penuhnya melalui tiga strategi utama, yakni:

  1. Memperkuat lingkungan keluarga, sekolah, kampus, hingga tingkat desa melalui program "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba) serta mengoptimalkan peran tokoh agama dan adat.
  2. Membangun sinergi total antara BNN, polda, bea cukai, dan masyarakat untuk menutup ruang gerak para bandar dan pengedar di Bumi Moloku Kie Raha.
  3. Memperlakukan pecandu sebagai korban yang wajib diselamatkan dengan memperkuat layanan rehabilitasi, dukungan sosial, serta program reintegrasi agar mereka dapat kembali produktif.

Melalui momentum HANI 2026 ini, seluruh pemangku kebijakan sepakat bahwa pemutusan rantai narkoba tidak bisa dibebankan kepada aparat penegak hukum saja, melainkan membutuhkan aksi nyata kolaboratif dari orang tua, guru, pemuda, media, hingga dunia usaha.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, mewakili Forkopimda Malut, Karo Adpim Malut, serta undangan lainnya. (Adpim/Malut)

Dokumentasi kegiatan klik di sini.