Buka Musprov PBSI Malut, Wagub Sentil Minimnya Medali PON dan Ajak Ubah Pola Pikir
RP/III/24.06.2026/PROVMALUT
#Buka Musprov PBSI Malut, Wagub Sentil Minimnya Medali PON dan Ajak Ubah Pola Pikir#
TERNATE – Wakil Gubernur Maluku Utara sekaligus Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Maluku Utara masa bakti 2026–2030. Agenda strategis tersebut berlangsung dengan khidmat di Lantai III Muara Hotel, Ternate, Rabu (24/6/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Samsuddin A. Kadir, perwakilan pengurus pusat PBSI, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Malut, demisioner pengurus PBSI Malut masa bakti 2022–2026, serta perwakilan pengurus pleno PBSI Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.
Dalam sambutan arahannya, H. Sarbin Sehe menekankan pentingnya pelaksanaan musyawarah yang didasari dengan objektivitas, hati, dan pikiran jernih demi keberlanjutan estafet kepemimpinan organisasi. Secara blak-blakan, Wagub mengevaluasi manajemen dan investasi olahraga di Maluku Utara yang dinilai belum maksimal, terutama pada cabang olahraga kolektif atau beregu. Guna menyiasati tantangan tersebut, KONI Malut kini mendorong optimalisasi cabang olahraga individu yang memiliki potensi besar dalam mendulang medali.
"Di kejuaraan yang lain kita sudah sering tampil, tetapi prestasi di tingkat Pekan Olahraga Nasional (PON) kita belum mampu membawa pulang medali. Ukuran supremasi prestasi olahraga nasional itu adalah PON. Sampai hari ini, Maluku Utara belum mendapatkan medali emas. Yang ada selama ini hanya baku malawang (saling berdebat tanpa hasil)," ungkap Wagub secara jujur dan tegas.
Sarbin mengajak seluruh jajaran pengurus PBSI untuk mengubah total pola pikir (mindset) lama dalam memajukan dunia olahraga, khususnya di sektor bulu tangkis. Ia berharap ketua umum yang terpilih dalam Musprov kali ini adalah sosok figur yang ikhlas mengabdi dan siap berkorban demi nama baik daerah.
"Kita harus berpikir apa yang bisa kita berikan kepada dunia olahraga dan PBSI ini, bukan apa yang bisa kita dapatkan dari organisasi. Jika pola pikir pengabdian ini berkembang dan dipraktikkan, saya yakin suatu saat Maluku Utara akan bangkit dengan prestasi terbaiknya di podium nasional," tambahnya.
Lebih lanjut, Wagub berharap Musprov ini tidak hanya terjebak menjadi ajang seremonial memilih pengurus baru, tetapi juga melahirkan dokumen cetak biru (blueprint) program kerja yang strategis, membangun komunikasi internal yang efektif, serta memperkuat kolaborasi kemitraan dengan pihak swasta demi pembinaan atlet jangka panjang.
Di era modern ini, olahraga bukan lagi sekadar penyaluran minat dan bakat pengisi waktu luang, melainkan telah bertransformasi menjadi industri dan profesi yang menjanjikan secara ekonomi. Investasi masa depan Maluku Utara bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang olahraga, pariwisata, dan pendidikan. Dengan mempersiapkan generasi atlet terbaik secara masif dan berjenjang sejak usia dini, Maluku Utara diyakini akan memiliki fondasi SDM yang kuat dan mandiri.
Sebelumnya, Ketua Panitia Musprov PBSI Malut, Aswan Lampah, dalam laporan panitianya menyampaikan bahwa agenda ini digelar berdasarkan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan PBSI Maluku Utara periode 2022–2026.
Aswan merincikan tiga tujuan utama dari pelaksanaan Musprov ini, yaitu:
- Mengevaluasi capaian program kerja kepengurusan periode sebelumnya.
- Merumuskan program kerja baru demi kemajuan bulu tangkis di Maluku Utara.
- Memilih Ketua Umum PBSI Maluku Utara masa bakti 2026–2030.
Musyawarah PBSI tingkat provinsi ini diikuti oleh perwakilan resmi dari pengurus PBSI Kabupaten dan Kota se-Provinsi Maluku Utara. (HUMAS/ADPIM)
Dokumentasi kegiatan klik di sini.